Showing posts with label Sejarah Nabi Muhammad. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Nabi Muhammad. Show all posts

NABI MUHAMMAD DI PERANG KHONDAQ


NABI MUHAMMAD DI PERANG  KHONDAQ . .  .

     Nabi Muhammad  orang yang sangat kuat, ktika perang khondaq ia  mampu mmecah batu yang sangat besar mnjadi puing2  padahal batu  itu  di pindahkan bberapa sahabat tdak bisa,  para sahabat  beramai2 memukul batu itu juga tdak bisa,  tapi  ktika batu itu di pukul  Nabi Muhammad  tiba2 batu itu menjadi hancur menjadi serpihan kecil  padahal saat itu nabi tengah  dalam keadaan  kelaparan karena ia tdak makan sampai 3 hari, bahkan suaranya sampai  sangat lmah, bukankah  jika orang  sangat lapar  itu yang biasa terjadi orang yang sedang puasa suaranya mnjadi  sangat lirih bahkan untuk bicara saja malas,  sahabat Jabir sangat sedih hati mlihat  keadaan Nabi muhammad  yang sangat kentara perutnya tengah di ganjal  dengan 3 batu jika tidak bgitu  maka pakaian dalam nabi akan jatuh karena terlalu longgar.


     Rumah sahabat jabir dekat dengan daerah khondaq, sahabat Jabir berlari pada istrinya, ia bertanya “Apa ada makanan istriku ? “, sang istri menjawab “Ada gandum tapi sedikit, tinggal ini saja, untuk besok sudah tidak ada “, sahabat Jabir tanya “ Cukup untuk berapa orang ? “, “ cukup untuk 3 org lbih paling banyak 5 orang “, sahbat Jabir berkata “ Baik  aku akan menyuruh Nabi makan,  mungkin ia blum makan 3 hari, aku akan berbisik kepadanya “, sahabat Jabir  segera datang pada Nabi, ia berbisik pada Nabi bahwa di rumahnya ada makanan sdikit, Nabi bertanya “ Cukup berapa orang makananmu ? “,sahabat Jabir menjawab “  cukup  untuk 5 orang ya nabi “, nabi menjawab “ Itu sudah banyak “, katakan pada istrimu biar aku yang mengaduk gandum itu di kompornya “,


     Nabi  mengundang smua  sahabat yang ada untuk makan di rumah Jabir, mendengar itu sahabat Jabir gemetar, ini bagaimana  nabi ini ?, aku sudah mmbisikinya agar  tidak banyak yang makan, tapi kok malah smua orang di undang,  tapi sahabat Jabir percaya saja pada nabi dan tidak menyela ucapan nabi, memang seharusnya bgitu perilaku  seorang muslim pada nabinya, percaya tanpa  mmikirkan masuk akal apa tidak, karena setiap ucapan naib slalu  berasal  dari wahyu ALLAH, pasti bnarnya.

     Nabi mengaduk masakan gandum itu trus menrus, setelah hampir   masak  Nabi mludahinya,  Nabi memberi makanan 1 per 1 pada para sahabat, Nabi mengambil makanan itu dari sebelah pinggir,  ktika semua tentara sudah makan Nabi memberikan makanan pada tuan rumah,  yang terakhir makan Nabi Muhammad,  yang paling  menajubkan sisa makanan yang di masak  Nabi lebih banyak dari awal masak.


Nabi Muhammad Dalam Asuhan Keluarga Pamannya Abu Thalib


Nabi Muhammad Dalam Asuhan Keluarga Pamannya Abu Thalib

     Ketika Abdul Muthalib merasa ajalnya sudah dekat ia mengumpulkan putra-putranya. Abdul Muthalib berfikir , siapakah diantara putra-putranya yg dapt di percayai untuk mengasuh Nabi Muhammad. Dan akhirnya ia memilih Abu thalib, Abu Thalib bukan lah putra sulungnya dan jg bukan putranya yg terkaya, tapi Abu Thaliborang yang lebih di muliakan dan di hormati  orang-orang quraisy. Kepadanya Abdul Muthalib berpesan supaya mengasuh, menjaga dan melindungi Nabi Muhammad dengan hati-hati dan menganggap Nabi Muhammad adalah anak kandungnya sendiri.

     Setelah Abdul Muthalib wafat, Nabi Muhammad berpindah asuhan ke tangan Abu Thalib dan hidup di tengah keluarganya. Abu Tahalib memenuhi semua amanat yang di wasiatkan Abdul Muthalib. Ia tak hanya mengasuh dan menjaga Nabi Muhammad Di kala masih kanak-kanak saja, bahkan setelah beliau dewasa Abu Thalib tetap melindungi keselamatanya  dari gangguan orang kaum musyrikin yang memusuhi dan menentang kenabianya. Abu Thalib lebih banyak mencurahkan cinta kasihnya kepada Nabi Muhammad dari pada putra-putranya sendri, yaitu Ali, Ja’far dan Aqil.

     Dibawah naungan dan asuhan Abu Thalib dan Isterinya, Fatimah binti Asad, Nabi Muhammad sama sekali tidak merasa hidup terasing dala pergaulan sehari-hari, dan tidak merasakn kemalangan hidup sebagai anak yatim yg tidak berharta. Fatimah binti Asad sangat hati-hati dan penuh kasih sayang pada NAbi Muhammad, Sehingga pada musim paceklik berat, yang mengakibatkan kekeringan dan kekurangan makanan, Fatimah binti Asad lebih mengutamakn beliau dari pada dirinya dan anak-anaknya. Demikian besar kasih sayang Fatimah binti Asad pada Nabi Muhammmad sejak masih kanak-kanak hingga dewasa. Nabi Muhammad sendiri taj oernah melupakan budi baik dan Jasa Fatimah binti Asad. Ketika istri Abu Tahlib itu Wafat beliau menagisinya sambil mengucurkan air mata beliau berkata : “ Hari ini ibuku wafat!” Beliau mengkafani jenazah Fatimah binti Asad dengan jubah beliau sendiri, bahkan turun kedalam liang lahat dan berbaring di samping jenazah. Ketika seorang sahabt bertanya mengenai perlakuannya yang tidak biasa di berikan kpd org lain, Beliau menjawab: “Dia ibuku. Ia membiarkan dirinya lapar dan memberi makan kepadaku. Selama di bawah naunganya aku tidak pernah merasa sebagai anak yatim.

demikian rangkuman kisah tentang Nabi Muhammad yg diasuh oleh keluarga pamanya. Kisah ini saya ambil dari buku”SIROTUL MUSTOFA”, Semoga bermanfaat. Jika ada salah kata dan kurangnya Mohon maaf sebbesar-besarnya.  


Aminah berziarah ke makam suaminya :

Aminah berziarah ke makam suaminya :

     Tahun berganti tahun, dan kini Nabi Muhammad S.A.W telah berusia 6 thn. Aminah berniat melaksanakan keinginan yg selama ini di tahan-tahan dalam hati rindu. Ia hendak mengajak putranya berangkat ke Yatsrib berziarah ke makam suami tercinta. Betapa riang hati Nabi Muhammad. Ketika ibunya memberitahukan maksud itu padanya. . . . .

     Tibalah musim panas. Aminah berkemas-kemas menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan sebagi bekal dalam perjalanan sejauh 400 mil dari makkah. Ia menyadari betapa berat yang hendak di tempuh, tetapi keinginan berziarah ke makam suaminya yang tersimpan selama 6 thn tidak lagi dapat di tahan. Beberapa minggu kemudian tibalah saat kafilah Qureisy hendak berangkat ke Syam. Aminah bersama putranya dan di sertai Ummu Aiman bergabung dgn kafilah yg bergerak ke utara.

     Makin lama kafilah berjalan, makin jauh Aminah meninggalkan kampung halaman, Ayah bunda, dan lingkungan kerabatnya. Selama dalam perjalanan selalu terbayang di pelupuk matanya suami yang sedang berbaring di bawah nisan abadi. Ia bertiga berada di sekedup unta yang mengangkutnya. Malam hari disaat kafilah beristirahat utk tidur, Aminah duduk membelai-belai dan memeluk putera kesayangannya sambil melinangkan air matanya. Alam fikiranya melayang-layang ke tempat tujuan, ingin segera tiba, seolah-olah hendak mempertemukan ‘Abdullah dgn seorg putra yg sejak lahir hingga akhir zaman tidak akan melihat wajah ayahnya. Hancur luluh perasaan Aminah mengenangkan nasib suaminya, nasib dirinya dan nasib putranya. Demikianlah beberapa minggu Aminah dilamun khayal dalam perjalanan.

     Ketika kafilah tiba dekat gunung Uhud, di seberang sana ia melihat dataran kehijau-hijauan. Dari kejauhan tampak daun kurma melambai-lambai laksana lambaian tangan suaminya yg mengharap ia segera tiba di Yatsrib dan menginjakkan kakinya di atas tanah tempat Abdullah merantau ke alam baka.

     Setibanya di Yatsrib kafilah beristiahat sambil menambah perbekalan yg di perlukan dalam perjalanan lebih lanjut. Tidak lama kemudian mulai bergerak lagi meninggalkan Aminah bersama putra dan pembantunya di tengah keluarga bani An-Najjar. Sebulan Aminah tinggal di Yatsrib menghabiskan air mata utk membasahi makam suaminya dan rumah tempat ‘Abdullah sakit hingga ajalnya tiba. Sekalian demikian ia merasah betah tinggal di Yatsrib. Kadang-kadang ia berfikir, seumpama putranya itu bukan keluarga Bani Hasyim di makkah. Dan kota itu bukan tanah tumpah daranya sendiri tentu ia tidak berniat pulang kembali.

Aminah Wafat :
     Betapapun beratnya hati meninggalkan makam suaminya, namun ia harus pulang ke makkah. Pada hari yg telah di tentukan hendak berangkat menuju makkah, Yatsrib di landa angin ribut dan udara amat panas. Debu dan pasir bertaburan dr sahara sekitar kota. Aminah bersama putranya dan pembantunya terpaksa menangguhkan keberangkatannya, menunggu gangguan alam mereda. Selama hari-hari terakhir di Yatsrib, badan Aminah yg kurus kering itu terasa lemah, lunglai, tak bertenaga lagi utk memikul beban derita batin bertahun-tahun lamanya. Putranya yg masih dalam usia kanak-kanak menduga ibunya hanya menderita kelelahan, dan berharap akan segera pulih kembali setelah beristirahat sambil menunggu angin kencang mereda. Lain halnya dengan Aminah yg merasa kehabisan tenaga, Ia seakan-akan merasa tak lama lagi akan segera menyusul suaminya. Kalau bukan Karena hatinya tertambat oleh putra tunggal kesayangannya tentu ia lebih suka bertemu dengan suaminya di alam baka.

     Pada suatu hari saat kehilangan tenaga yg menopang yubuhnya, sambil menyapu air mata yg membanjiri kedua belah pipinya ia memeluk kuat-kuat putranya dan isakan tangis nyaris tak kedengaran lagi. Beberapa saat kemudian tanganya yg kecil itu mengendor dan terlepas dari tubuh putranya. Sinar matanya memudar dan suara yg keluar dari ujung lidahnya tak ubahnya dgn suara berbisik. Beberapa menit kemudian ia tampak diam seolah-olah beristirahat, tetapi tidak lagi mengulang tarikan nafas. Pada detik-detik terakhir hayatnya seakan-akan ia hendak berucap : “Semua yg hidup pasti akan mati kecuali ALLAH maha pengasih! Aku mati, namun kenanganku akan tetap abadi. . . .!”

     Putranya yg masih berusia 6 thn itu berdiiri termangu-mangu di samping ibunya tak bergerak lagi. Dari Ummu Aiman ia mengerti bahwa bundanya telah tiada, pergi menyusul ayah yg telah berangkat mendahuluinya. . . Ia mendekapi tubuh ibunya seraya menagis tak henti-hentinya.

     Suasana berkabung mewarnai kehidupan semua keluarga Bani An-Najjar, di seling suara tangis para wanita yg mengenang nasib pengantin baru yang menjanda bertahun-tahun lamanya, mengasuh putra tunggal yg tak pernah merasakan belain sayng ayahnnya.


     Beberapa saat kemudian jenazah Aminah di bawa kesebuah dusu bernama Abwa utl di semayamkan dalam pembaringan terakhir. Beberapa saat sebelum di makamkan, putranya sempat memeluk dan mencium jenazah ibunya seraya menitipkan tetesan airmata bekal perjalanan kea lam bahagia.



Nabi Muhammad dalam asuhan ibu susuanya.


Muhammad s.a.w dalam asuhan ibu susuanya.


Selama beberapa hari Nabi Muhammad disusui Tsuwaibah, hamba sahaya milik paman beliau, Abu Lahab. Kemudian sesuai tradisi orang arab, Abdul Muttolib mencari cari wanita dari masyarakat arab badawi untuk menyusui cucunya yang yatim itu; Karena masyarakat badawi hidup di pemukiman yang berudara bersih dan jernih, orang-orangnya berperangai lurus dan jujur, masih tetap dalam keaslian fitrahnya.
Tibalah saat yang di tunggu Abdul muttalib, pada suatu hari tibalah di makkah rombongan wanita dari Bani Sa’ad yang mencari anak susuan dengan harapan mendapat imbalan. Kaum Bani Sa’ad terkenal baik budi bahsa dan tutur katanya.
Ketika mereka tiba di rumah Siti Aminah, ia menawarkan puteranya utk di susui, tetapi mereka merasa keberatan karena anak itu adalah yatim. Salah satu dari mereka bernama Halimah, sudahntahun bahwa anak itu adalah anak yatim, karenanya ia pun menolak. Akan tetapi karena ia tidak mendapatkan anak susuan lain maka ia menerima cucu Abdul Muttalib, kemudian membawanya pulang ke pemukiman nya.
Halimah menceritan pengalamanya tsb, Ia mengatakan;
“Aku pergi, bersama rombongan wanita Bani Sa’ad untuk mencari anak susuan di makkah, aku membawa keleai dan unta betina yg kuharap dapat di perah susunya, tapi unta itu tidak mengeluarkan susu setetes pun.

“Setiba di makkah,masing-masing dari kami menerima tawaran dari Siti Aminah utk menyusui putranya, Muhammad S.A.W, tapi tak seorg pun dari kami yang mau menerima tawaran itu setelah mengetahui bahwa yang ditawarkannya itu anak yatim. Kami berfikir apalah dapat di berikan sbg imbalan oleh ibu 7 datuknya itu. Akhirnya semua wanita teman-temanku berhasil mendapatkan anak utk disusuinya, hanya aku sendiri yang nihil.

“Ketika hendak pulang ku katakan pada Suamiku ; ‘Demi ALLAH, sungguh aku tidak akan pulang sebelum mendapat anak susuan. Aku akan mendatangi anak yatim itu!’, Suamiku menjawab : ‘Tidak ada jeleknya kau lakukan hal itu,mudah-mudahan ALLAH memberkahi penghidupan kita dgn keberadaan anak itu.

“Kemudian aku pergi mengambil anak yatim itu, Lalu kubawa pulang. Ketika ku pangku dan kususui, ternyata air susuku keluar demikian deras. Beberapa saat kemudian  suamiku menghampiri unta betinanya dan alangkah herannya ia melihat teteknya telah membesardan penuh air susu. Ia lalu segera memerahnya hingga beroleh banyak susu utk kami minum bersama.

“Keesokan harinya suamiku berkata : “Hai Halimah, sungguh kau telah mendapat anak susuan yg mendatangkan keberkahan! ‘aku menyahut; ‘Demi ALLAH itulah yg kuharapkan!’

“Kemudian Kami pulang bersama rombongan dengan menunggang keledai yang kurus kering. Namun , Masyaallah, ternyata keledaiku dapt berjalan begitu cepat hingga mendahului keledai teman- temanku. Merkea berteriak “Tunggu sebentar”, Setelah dekat mereka bertanya : ‘Apakah keledai yang kau tunggangi itu keledai yg kau bawa ke makkah ?’Aku menjawab :’ Ya, Demi  ALLAH keledai yg kubawa ya keledai ini’. Mereka menyahut: ‘Hai Halimah, pasti ada hal luar biasa pd keledaimu itu’.

“Tidak adda daerah pemukiman yg kegersanganya melebihi kegersangan daerahku. Ketika ku tinggal ke makkah , semua kambingku dalam keadaan kurus kering, tapi seltelah aku membawa pulang anak penuh berkah itu, kulihat semua kambingku menjadi gemuk dan teteknya penuh susu. Padahal kambing-kambing org lain tidak seekorpun yg dapat di perah susunya krn kurus kelaparan.

“Selam 2 thn Muhammad S.A.W berada di tengah keluargaku dan selama itu kami mendapat keberkahan yg belimpah. Pertumbuhan badanya sangat pesat hingga melebihi anak-anak lain sebayanya. Dalam 2 thn ia tampak tegap dan kuat.. Ia kemudian ku bawa ke makkah hendak ku serahkan pd ibunya, sekalipun aku sendiri  merasa berat utk berpisah denganya dan ingin sekali mempertahankanya tetap tinggal di tengah keluargaku.

“Dengan berbagi cara aku menghimbau ibunya supaya rela membiarkan putranya tetap berada di asuhhanku. Berulang ulang aku menghimbau dgn berbagi alasan agar ia meluluskan keinginanku. Betapa girang aku, ketika ia ikhlas membiarkan putranya utk tetapku asuh. Muhammad S.A.W lalu ku ajak pulang kembali ketempat pemukimanku.

“Beberapa bulan kemudian, pada saat ia sedg mengembala kambing, tiba-tiba datang saudaranya(anak halimah yg sebaya  dgn beliau) lari pulang sambil berteriak-teriak. Ia memberitahu bahwa saudaranya(Muhammad) di ajak oleh dua org lelaki berpakaian serba putih, kemudian ia di baringkan lalu di bedah perutnya. . . Aku bersam suamiku segera menuju ke tmpt tsb. Disana kami melihat Muhammad berdiri tampak pucat pasi, Ia kami peluk dan kami tanyakan apa yg bru saja terjadi. Ia menjawab : ‘Dua org lelaki itu datang kepadaku, kemudianaku di pegang dan di baringkan lalu perutku di bedah. Aku tidak tahu apa yg dicari ke dua org itu!.

“ Ia segera kami ajak pulang. Setibanya dirumah, suamiku berkata : ‘Aku khawatir Kalau anak ini akan terkena musibah. Karena itu ia lebih baik segera di Kembalikan. Akhirnya Muhammad kami bawa kembali ke makkah, setelah sampai dirumah Siti Aminah aku ceritakan pertiwa tsb. Setelah mendengar cerita itu Siti Aminah bertanya ; ‘apakah anda khawatir kalau anakku di ganggu setan?’ Aku menjawab : ‘Ya benar!’ Ibunya berkata lagi : ‘Tidak demi ALLAH setan tidak akan dapat mengganggunya, Ketahuilah ketika aku mengandung Muhammad, Aku bermimmpi melihat cahaya terang benderang dariku menyinari istana bushra di negeri Syam. Demi ALLAh selama aku hamil sama sekali tidak pernah merasa berat. Tidak ada wanita hamil yang merasa seringan dan semudah seperti yang kurasakan. Ketika ia lahir ia meletakan tapak tanganya di tanah, sedang kepalanya mengada ke langit. Biarlah ia tetap di asuhan anda dan berangkatlah pulang, Semoga ALLAH melindunginya.
Nabi Muhammad tinggal bersama kelurga Halimah selama 5 thn. Setelah itu Nabi Muhammad di asuhibundanya Aminah Binti Wahb. Keberadaan Nabi Muhammad di keluarga Halimah meninggalkan kesan yg mendalam pada jiwanya. Halimah dan keluarganya tetap mendapatkan cinta kasih dan penghormatan dari Nabi.


Demikian riwayat kehidupan Nabi Muhammad ketika di asuh oleh Halimah. Riwayat ini saya ambil dari buku “RIWAYATUL MUSTOFA”. Semoga bermanfaat.


Kelahiran Nabi Muhammad


KELAHIRAN  NABI MUHAMMAD

Sahabat muslim pasti tahu Nabi lahir di  Mekah di hari senin  tahun gajah, tapi di sini akan di jelaskan lebih spesifik tentang kelahiran Nabi MUHAMMAD SAW,
kita tahu Nabi MUHAMMAD di lahirkan dihari senin pada tanggal 12 robiul awal tahun Gajah ,tapi dulu ada  khilaf  ada yang berpendapat bahwa NABI MUHAMMAD dilahirkan pada tanggal  8 , 9 , 12 robiul awal  tapi  yang  paling  masyhur adalah hari senin tanggal  12 robiul awal, Hari senin adalah hari  yang penuh berkah, ibnu abbas menerangkan bahwa Nabi MUHAMMAD lahir di hari  senin, beliau juga mendapat wahyu pertama kali di hari senin, beliau keluar dari mekah menuju hijrah juga di hari senin, sampai di mdinah juga di hari senin, meninggalnya Nabi Muhammad juga di hari senin,
oleh karena itu kita di sunahkan puasa di hari senin, ada seorang sahabat bertanya “ kenapa ya rasul kok puasa hari senin “ , (kok  bukan  ahad ? ) , Nabi Muhammad menjawab “ Aku  d lahirkan di hari senin, aku d angkat menjadi rasul di hari senin”,  karenanya  hari itu adalah hari yang mulya.


ASAL   MUASAL   NAMA   MUHAMMAD ,Ketika  mendekati kelahiran Nabi Muhammad, ibu aminah bermimpi  mendengar suara yang berbunyi“ kalau  kamu sudah  mlahirkan anakmu, bacalah doa yang artinya “aku berlindung dg dzat yg esa ALLAH utk anakku ini dari org yg hasud” kmudian beri  nama anak itu Muhammad
Pendapat  k 2, Nama Muhammad diberi oleh datuknya  abdul muttolib karena beliau mendapatkan ilham  dari  ALLAH. Abdul Muttolib berkata “ Aku  brharap anak ini menjadi orang yang terpuji di bumi dan di langit “, 

PARA  BIDAN   KELAHIRAN  NABI  MUHAMMAD
siroh  nabawiyah yg dikarang sayid  Ahmad dahlan, menceritakan sayyidah   Aminah   ibu  Nabi  Muhammad  berkata “ ketika aku merasakan seperti apa yang di rasakan para wanita ketika akan melahirkan anaknya, aku melihat di sekitarku banyak org  yg tinggi seperti keturunan dari abdi manaf, mereka betul-betul memperhatikanku, mereka penuh cahaya, belum pernah aku melihat permpuan sebersih   dan bercahaya seperti mereka, satu di antara mereka datang padaku, ia menyandarkaku, ketika aku benar-benar akan melahirkan, 1 orang lagi datang membawa air dan meminumkan pada ibu Nabi Muhammad, air tsb, air yang tidak sama dg air biasanya, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih dingin dari es, lalu ada yg mengajari Ibu nabi Muammad untuk membaca “bismillaah ukhruj billaah artinya; ayo bayi keluar dengan izin ALLAH, mereka mengenalkan diri mereka “aku asiyah istri fir’aun“,asiyah adalah orang yg briman, meski iamenjadi istri fir’aun. Satu wanita lagi mengenalkan drinya “Aku maryam binti imran ibunya Isa “, dan wanita yang lainnya adalah bidadari yg ikut menyambut kelahiran nabi Muhammad,

Ketika Nabi Muhammad lahir, bayinya tidak seperti bayi biasanya yang clomotan dengan darah dan menangis, tapi Nabi Muhammad lahir tidak menangis melainkan beliau membaca kabiiraw walchamdulillahi bukrotawwa asiilaa, beliau lahir dalam keadaan bersih tidak tercampur dengan darah, malainkkan bau harum, dan lahir sudah putus pusarnya, sudah terhitan, ketika lahir langsung menghadap kiblat dan kepalanya menghadap ke langit sedangkan tangannya di taruh di bumi sambil menggenggam, tangan kanannya jari telunjuknya mnunjuk seperti tasyahud

KEAJAIBAN YANG TERJADI KETiKA NABI MUHAMMAD LAHIR
Diantara keajaiban pd mlm Nabi Muhammad lahir yaitu;

1.gocangnya istana raja kisra yg ada di persi, istana ini di bangun sangat kokoh sehingga alat terbuat dari besi tidak bisa menembus bangunan tsb, tapi waktu kelahiran Nabi Muhammad, istana ini goncang shgga byk yg rusak. Di Negara Persi ada bangunan-bangunan yang tinggi di pojok daerah yang digunakan untuk melihat siapa yg datang, siapa yg muncul, ada 14 bangunan yg sangat kokoh tapi semua bangunan itu roboh, bangunan itu roboh bukan karena kropos\bangunannya yg lemah, tapi ALLAH tampakkan bahwa sejak lahirnya Nabi Muhammad segala kekufuran akan tumbang.

2.Matinya api super.
Dulu di Persi(sekarang irak) terdapat api yang tidak pernah mati dan telah dijaga api itu selama 1000 thn, tapi ketika Nabi Muhammad lahir, api itu spontan mati tanpa ada sebab.


3.Danau yang mengering
Keajaiban lainnya adalah danau  bukhoro saawah yang berada diantara daerah hamdan. Para penduduk daerah itu menyembah danau tsb karena mereka menganggap danau itu pemberi kehidupan, danau itu sgt besar, sampai-sampai kalau ingin ke daerah lain harus pakai perahu. Tapi Ketika Nabi MUHAMMAD lahir tiba-tiba air yg ada danau itu surut dan tidak keluar lagi, sekarang daerah itu jadi negeri tersendiri


4. para  setan  terhalang  utk  mnembus  langit, 
Di riwayatkan ibnu abbas, dulu setan itu tidak terhalang untuk naik ke langit. Setan itu suka ke langit utk menguping pembicaraan malaikat yangmembahas nasib org2, kemudian setan mengoper kabar nasib itu pd dukun syirik untuk di jadikan berita, primbon atau lebih sering kita temaui seperti zodiak-zodiak, tapi sebelum di oper setan membubi kabar itu dengan 1000 kebohongan, karena itu jangan percaya pada kabar setan yg di kabari lewat dukun, itu hanya karangan setan belaka.